Pulse Width Modulation (PWM)

Ada beberapa cara untuk mengendalikan kecepatan putar sebuah motor, salah satu diantaranya adalah PWM (Pulse Width Modulation). Rangkaian dibawah merupakan rangkaian PWM untuk mengatur kecepatan putar motor DC dengan sumber tegangan 12 VDC. Untuk dapat mengatur kecepat motor digunakan sebuah potensiometer (VR1) atau dapat juga diganti dengan menggunakan sensor, dengan berubahnya nilai resistansi pada VR1 maka frekuensi osilasi output IC NE555 juga akan berubah. Sehingga frekuensi switching transistor juga akan berubah, dalam rangkaian ini transistor (Q1) digunakan sebagai soft switching pada motor. Frekuensi osilasi NE555 dapat dirumuskan sebagai berikut : Continue reading

MANUAL PENGGUNAAN SOFTWARE MCS51

Software ini hanya bias digunakan untuk mikroprosesor seri AT89Sxx, hal dikarenakan penggunaan port parallel (LPT) sebagai media pentransferan datanya. Untuk melakukan pemograman IC AT89Sxx lakukan – langkah berikut :

1. Lakukan konfigurasi terlebih dahulu dengan cara menjalankan program ACE_ISP.exe melalu command prompt, kemudian pilih (J) Setup. Pilih jenis IC dan port parallel yang akan digunakan. Continue reading

BAHASA PEMOGRAMAN AT89S/Cxx (assembly)

Operand dalam pemograman mikrokontroler adalah data yang tersimpan dalam memory, register dan input/output (I/O). Instruksi yang dikenal secara umum dikelompokan menjadi beberapa kelompok yaitu instruksi untuk pemindahan data, aritmatika, operasi logika, pengaturan aliran program dan beberapa hal khusus. Mode pengalamatan dalam MCS51 yaitu:

1. Mode pengalamatan segera (immediate addresing mode)

Cara ini menggunakan konstanta, misalnya: MOV A,#20h. Data konstan merupakan data yang menyatu dengan instruksi, contoh instruksi di atas mempunyai arti bahwa data konstantanya, yaitu 20h, ( sebagai data konstan harus diawali ’#’ dan tanda h untuk menyatakan format bilangan heksadesimal ) disalin di akumulator A. Yang perlu diperhatikan dalam instruksi ini adalah bilangan 20h merupakan bagian dari instruksi ( menjadi satu dengan op-kode instruksi ).

2. Mode pengalamatan langsung ( direct addresing mode ) Continue reading

Pembalik arah putaran motor DC menggunakan sensor ultrasonik

RANGKAIAN PEMANCAR (TX)


Merupakan  suatu  osilator  yang  frekuensinya  ditentukan  oleh karakteristik  tranduser.  Kurva  impedansi  tranduser  adalah serupa dengan kurva dari  sebuah Kristal dengan minimum  resonansi  (seri) pada 39,8 KHz diikuti dengan maksimum  resonansi (parallel) pada 41,5 KHz.

Didalam  rangkaian  kedua  transistor  digunakan  untuk membentuk  sebuah  amplifier  non  inverting  (fase  output  dan  input sama) dan feedback positif disedikan melelui tranduser, R6 dan C3. Pada frekuensi resonansi seri, feedback ini cukup kuat untuk membangkitkan suatu osilasi.

Kapasitor  C1  dan  C4  digunakan  untuk mencegah  rangkaian  berisolasi  harmonik ketiga  atau  overtone  (nada  kelipatan) sejenis, sedangkan C5 digunakan untuk menggeser titik resonansi seri ke atas sampai 500 Hz atau lebih untuk penyesuaian dengan pesawat penerima.

RANGKAIAN PENERIMA (RX)

Output dari  tranduser merupakan  suatu  tegangan AC yang  sebanding dengan  sinyal yang dideteksi  (hanya 40 KHz). Oleh karena levelnya kecil sekali, maka sinyal ini diperkuat sekitar 70 dB oleh Q1 dan Q2. Stabilisasi DC pada tingkatan ini di set oleh R1 dan R3, sedangkan C1 menutup jalur feedback ini ke sinyal AC 40 KHZ.

Output dari Q2 disearahkan oleh D` dan tegangan pada kaki no. 2 dari IC1 akan menjadi lebih negatif dengan meningkatnya sinyal input. Bila sinyal input kuat, maka amplifier akan dengan sendirinya memotong amplitude bentuk gelombang output, yang pada waktu sinyal yang kuat sekali akan bentuk suatu gelombang persegi dengan amplitude berayun diantara selisih potensial catu.

IC1 digunakan sebagai koparator dan mengecek tegangan pada kaki no. 2, ialah level suara, terhadap tegangan pada kaki no. 3, yang merupakan level referensi. Bila kaki no. 2 berada pada tegangan lebih rendah dari kaki no. 3, output IC1 akan akan menjadi tinggi dan ini akan mentriger kaki IC3, output pada IC3 akan positif, sedangkan output IC2 akan menadi negatif karena salah satu kaki IC2 meneriama sinyal positif dari IC3. Dengan positifnya output kaki IC2 dan output kaki IC3 negatif maka transistor Q4 dan Q5 yang aktif akan off sebaliknya transistor Q6 dan Q7 yang akan aktif.

Download File Lengkap <DISINI>

Infrared Sensor

Pemacar infra merah berkerja seperti sebuah LED biasa namun pacaran cahaya yang dihasilakan tidak terliha kasat mata (Infrared), untuk mendeteksi pancaran tersebut digunakan sebuah sensor penerima, sensor ini mempunyai prinsip kerja layaknya sebuah LDR dimana resistansinya akan berkurang jika terkena cahaya. Saat sinar infra merah terhalangi oleh benda resistansi pada sensor penerima akan bertambah sehingga pulsa negatif yang mengalir pada input – dari OP-AMP. OP-AMP pada rangkaian ini digunakan adalah OP-AMP inverting, dimana sinyal keluaran OP-AMP akan terbalik dengan sinyal masukan. Sedangkan VR1 digunakan untuk mengatur jarak antara pemancar dan penerima. Dari hasil pengujian Saya sendiri jarak antara pemancar (TX) dan penerima (RX) dapat mencapai 35 cm.

Download file lengkapnya <disini>

Fire Alarm

In this fire alarm circuit, a thermistor works as the heat sensor. When temperature increases, its resistance decreases, and vice versa. At normal temperature, the resistance of the thermistor (TH1) is approximately 10 kilo-ohms, which reduces to a few ohms as the temperature increases beyond 100°C. The circuit uses readily available components and can be easily constructed on any general purpose PCB. Timer IC NE555 (IC1) is wired as an a stable multivibrator oscillating in audio frequency band. Switching transistors T1 and T2 drive multivibrator NE555 (IC1). The output of IC1 is connected to NPN transistor T3, which drives the loudspeaker (LS1) to generate sound. The frequency of IC1 depends on the values of resistors R5 and R6 and capacitor C2.

<click here to download>

Water Level Control (Convensional)

WLC

Skema water level control

 

 

rangkaian WLC

Skema rangkaian water level control

 

 

Rangkaian ini berfungsi untuk mengontrol tinggi batas air pada sebuah bak penampungan secara konversional. Prinsip kerja
rangkaian diatas adalah jika bak penampungan dalam keadaan kosong atau air hanya menyentuh elektroda SB B dan SB B  maka, gerbang NAND pada IC 1 dan 2 akan mendapat input 1 yang mana output pada kedua IC ini akan bernilai 1…. <click here to download>