Tag Archives: 4081

Pembalik arah putaran motor DC menggunakan sensor ultrasonik

RANGKAIAN PEMANCAR (TX)


Merupakan  suatu  osilator  yang  frekuensinya  ditentukan  oleh karakteristik  tranduser.  Kurva  impedansi  tranduser  adalah serupa dengan kurva dari  sebuah Kristal dengan minimum  resonansi  (seri) pada 39,8 KHz diikuti dengan maksimum  resonansi (parallel) pada 41,5 KHz.

Didalam  rangkaian  kedua  transistor  digunakan  untuk membentuk  sebuah  amplifier  non  inverting  (fase  output  dan  input sama) dan feedback positif disedikan melelui tranduser, R6 dan C3. Pada frekuensi resonansi seri, feedback ini cukup kuat untuk membangkitkan suatu osilasi.

Kapasitor  C1  dan  C4  digunakan  untuk mencegah  rangkaian  berisolasi  harmonik ketiga  atau  overtone  (nada  kelipatan) sejenis, sedangkan C5 digunakan untuk menggeser titik resonansi seri ke atas sampai 500 Hz atau lebih untuk penyesuaian dengan pesawat penerima.

RANGKAIAN PENERIMA (RX)

Output dari  tranduser merupakan  suatu  tegangan AC yang  sebanding dengan  sinyal yang dideteksi  (hanya 40 KHz). Oleh karena levelnya kecil sekali, maka sinyal ini diperkuat sekitar 70 dB oleh Q1 dan Q2. Stabilisasi DC pada tingkatan ini di set oleh R1 dan R3, sedangkan C1 menutup jalur feedback ini ke sinyal AC 40 KHZ.

Output dari Q2 disearahkan oleh D` dan tegangan pada kaki no. 2 dari IC1 akan menjadi lebih negatif dengan meningkatnya sinyal input. Bila sinyal input kuat, maka amplifier akan dengan sendirinya memotong amplitude bentuk gelombang output, yang pada waktu sinyal yang kuat sekali akan bentuk suatu gelombang persegi dengan amplitude berayun diantara selisih potensial catu.

IC1 digunakan sebagai koparator dan mengecek tegangan pada kaki no. 2, ialah level suara, terhadap tegangan pada kaki no. 3, yang merupakan level referensi. Bila kaki no. 2 berada pada tegangan lebih rendah dari kaki no. 3, output IC1 akan akan menjadi tinggi dan ini akan mentriger kaki IC3, output pada IC3 akan positif, sedangkan output IC2 akan menadi negatif karena salah satu kaki IC2 meneriama sinyal positif dari IC3. Dengan positifnya output kaki IC2 dan output kaki IC3 negatif maka transistor Q4 dan Q5 yang aktif akan off sebaliknya transistor Q6 dan Q7 yang akan aktif.

Download File Lengkap <DISINI>

Water Level Control (Convensional)

WLC

Skema water level control

 

 

rangkaian WLC

Skema rangkaian water level control

 

 

Rangkaian ini berfungsi untuk mengontrol tinggi batas air pada sebuah bak penampungan secara konversional. Prinsip kerja
rangkaian diatas adalah jika bak penampungan dalam keadaan kosong atau air hanya menyentuh elektroda SB B dan SB B  maka, gerbang NAND pada IC 1 dan 2 akan mendapat input 1 yang mana output pada kedua IC ini akan bernilai 1…. <click here to download>