Tag Archives: circuit

USB switch for printer

USB switch untuk printer… hmm… mungkin ini menjadi pertanyaan bagi anda pengunjung blog circuitbooks. di zaman serba digital ini masih menggunakan USB switch untuk printer bukanya sekarang ada printer dengan konektifitas Wi-Fi, bukanya sekarang kita bisa share printer via jaringan, kable LAN atau Ad hoc. ya, semua itu memang benar, tapi tahukah anda harga printer dengan koneftivitas Wi-Fi, sebuah printer dengan merk canpn dengan konektifitas di banderol dengan harga sekitar Rp. 1.500.000 dan kalau anda pengguna kartu kredit tertentu bisa nyicil (*_* malah bicara harga printer dan discontnya *_*)

next, bagaimana dengan sharing printer via jaringan, kabel LAN, Ad hoc. Jaringan disini yang saya maksud adalah menggunakan konektifitas internet seperti ind* hom*, bi*net, dan beberapa provider lainnya. tentunya disini anda memerlukan modem atau perangkat penghubung antara pengguna PC/laptop dengan pengguna lainnya, sehingga printer tersebut bisa di share dari komputer yang bertindak sebagai server dimana printer tersebut terhubung.

Continue reading

Pulse Width Modulation (PWM)

Ada beberapa cara untuk mengendalikan kecepatan putar sebuah motor, salah satu diantaranya adalah PWM (Pulse Width Modulation). Rangkaian dibawah merupakan rangkaian PWM untuk mengatur kecepatan putar motor DC dengan sumber tegangan 12 VDC. Untuk dapat mengatur kecepat motor digunakan sebuah potensiometer (VR1) atau dapat juga diganti dengan menggunakan sensor, dengan berubahnya nilai resistansi pada VR1 maka frekuensi osilasi output IC NE555 juga akan berubah. Sehingga frekuensi switching transistor juga akan berubah, dalam rangkaian ini transistor (Q1) digunakan sebagai soft switching pada motor. Frekuensi osilasi NE555 dapat dirumuskan sebagai berikut : Continue reading

Infrared Sensor

Pemacar infra merah berkerja seperti sebuah LED biasa namun pacaran cahaya yang dihasilakan tidak terliha kasat mata (Infrared), untuk mendeteksi pancaran tersebut digunakan sebuah sensor penerima, sensor ini mempunyai prinsip kerja layaknya sebuah LDR dimana resistansinya akan berkurang jika terkena cahaya. Saat sinar infra merah terhalangi oleh benda resistansi pada sensor penerima akan bertambah sehingga pulsa negatif yang mengalir pada input – dari OP-AMP. OP-AMP pada rangkaian ini digunakan adalah OP-AMP inverting, dimana sinyal keluaran OP-AMP akan terbalik dengan sinyal masukan. Sedangkan VR1 digunakan untuk mengatur jarak antara pemancar dan penerima. Dari hasil pengujian Saya sendiri jarak antara pemancar (TX) dan penerima (RX) dapat mencapai 35 cm.

Download file lengkapnya <disini>

Fire Alarm

In this fire alarm circuit, a thermistor works as the heat sensor. When temperature increases, its resistance decreases, and vice versa. At normal temperature, the resistance of the thermistor (TH1) is approximately 10 kilo-ohms, which reduces to a few ohms as the temperature increases beyond 100°C. The circuit uses readily available components and can be easily constructed on any general purpose PCB. Timer IC NE555 (IC1) is wired as an a stable multivibrator oscillating in audio frequency band. Switching transistors T1 and T2 drive multivibrator NE555 (IC1). The output of IC1 is connected to NPN transistor T3, which drives the loudspeaker (LS1) to generate sound. The frequency of IC1 depends on the values of resistors R5 and R6 and capacitor C2.

<click here to download>

Water Level Control (Convensional)

WLC

Skema water level control

 

 

rangkaian WLC

Skema rangkaian water level control

 

 

Rangkaian ini berfungsi untuk mengontrol tinggi batas air pada sebuah bak penampungan secara konversional. Prinsip kerja
rangkaian diatas adalah jika bak penampungan dalam keadaan kosong atau air hanya menyentuh elektroda SB B dan SB B  maka, gerbang NAND pada IC 1 dan 2 akan mendapat input 1 yang mana output pada kedua IC ini akan bernilai 1…. <click here to download>